logo

Desa Bangunrejo

Jl. Raya Ketapang No. 10, Desa Bangunrejo, Ketapang, Lampung Selatan 35596
Telp. 6285809257578 Email : [email protected]

Petani Desa Bangunrejo Mulai Praktik POC Mandiri Pertama: Terapkan Fermentasi 23 Hari dengan Limbah Air Kelapa dan Kedelai

505
03 Nov 2025
Admin Desa Bangunrejo
logo

Bangunrejo (03/11/2025) – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Subur Makmur Desa Bangunrejo, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, resmi mencatatkan sebagai yang pertama mempraktikkan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) secara mandiri di wilayah kecamatan tersebut. Inisiatif ini menunjukkan strategi cerdas petani dalam memanfaatkan sumber daya lokal yang sangat mudah diakses seperti air kelapa, air rebusan kedelai, dan air cucian beras pertama (air leri) sebagai alternatif pengganti. Langkah ini merupakan dukungan nyata terhadap program unggulan Pemerintah Provinsi Lampung di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M. dan Wakil Gubernur dr. Jihan Nurlela, M.M., yang berfokus pada kemandirian dan efisiensi pertanian organik.

Praktik pembuatan POC ini diselenggarakan untuk tujuan mengurangi beban biaya operasional petani akibat tingginya harga pupuk kimia serta meningkatkan kualitas dan kesuburan lahan secara berkelanjutan. Inti dari kegiatan ini adalah transfer pengetahuan dan keterampilan yang dipimpin oleh Bapak Muniran, seorang anggota Gapoktan yang keahliannya diperoleh setelah mengikuti pelatihan khusus.

Bapak Muniran memimpin praktik dengan fokus pada efisiensi bahan dan ketepatan proses. Beliau menjelaskan bahwa bahan-bahan organik seperti air kelapa, air rebusan kedelai (sebagai sumber Nitrogen), dan air leri (sebagai alternatif pengganti kedelai) harus melalui proses fermentasi yang sempurna untuk mengurai nutrisi menjadi bentuk siap serap tanaman. Durasi kritis untuk proses ini adalah selama 23 hari. Waktu fermentasi 23 hari ini sangat penting untuk memastikan mikroorganisme bekerja secara optimal dan menghasilkan POC yang matang, stabil, dan kaya unsur hara.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari 7 kelompok tani di Desa Bangunrejo, Ibu Dwi Rutanti yang merupakan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kepala Seksi Pemerintahan Desa Bangunrejo, Bapak Sumaryanto serta Ketua Gapoktan Subur Makmur, Bapak Nyoman Muryadi.

Inisiatif Gapoktan Subur Makmur ini selaras dengan program strategis Pemerintah Provinsi Lampung. Pemprov secara aktif mendorong perluasan POC hingga mencapai 2.000 desa di seluruh Lampung, dengan tujuan utama meningkatkan hasil panen 20 hingga 30 persen dan meningkatkan kualitas gizi hasil pangan. Data menunjukkan, peralihan ke pupuk organik yang diproduksi sendiri ini secara signifikan mengurangi biaya variabel petani, yang secara langsung meningkatkan margin keuntungan. Gubernur Rahmat Mirzani Djausal optimistis bahwa praktik mandiri ini akan membantu petani mencapai panen padi hingga 7–8 ton per hektare.

Ketua Gapoktan, Bapak Nyoman Muryadi, dalam sambutannya mengungkapkan kebanggannya menjadi yng pertama melakukan praktik ini di kecamatan. "Kami bangga menjadi yang pertama mempraktikkan POC mandiri di Kecamatan Ketapang. Dengan disiplin dalam proses, termasuk masa fermentasi selama 23 hari yang diajarkan Bapak Muniran, kami memastikan POC yang dihasilkan nanti berkualitas tinggi dan efektif di lahan." tegasnya.

Formulasi POC yang diajarkan oleh Bapak Muniran menunjukkan efektivitas bahan-bahan sederhana dalam menyuplai nutrisi, dipadukan dengan pemahaman akan waktu kritis fermentasi:

Air Kelapa (Sumber Kalium dan ZPT): Menyediakan Zat Perangsang Tumbuh (ZPT) dan kaya Kalium (K), krusial untuk kualitas bulir padi dan daya tahan tanaman. Air Rebusan Kedelai / Air Leri (Sumber Nitrogen dan Karbohidrat): Air rebusan kedelai menyediakan protein tinggi (diurai menjadi Nitrogen (N)) untuk pertumbuhan vegetatif. Air leri berfungsi sebagai pengganti yang menyediakan karbohidrat (pati) sebagai energi mikroorganisme, jika kedelai tidak tersedia. Selain bahan utama ini, POC juga diperkaya dengan penambahan Azomite dan Dolomit sebagai suplemen mineral dan penstabil pH. 

Proses fermentasi yang dimulai hari ini adalah tahap kunci di mana mikroorganisme (MOL) akan mengurai molekul kompleks menjadi unsur hara yang siap serap. Waktu 23 hari merupakan durasi ideal untuk memastikan aktivitas mikroba telah mencapai puncaknya, pH POC stabil, dan nutrisi terkonversi secara maksimal, sehingga POC memberikan dampak optimal tanpa merusak tanaman. Disiplin waktu ini adalah salah satu kunci keberhasilan yang ditekankan dalam praktik hari pertama ini.

Ibu Dwi Rutanti menyambut baik formulasi yang sederhana ini, yang memastikan petani di Desa Bangunrejo dapat berproduksi secara berkelanjutan. PPL menjanjikan pendampingan berkelanjutan kepada 7 kelompok tani tersebut untuk memastikan konsistensi kualitas produksi selama proses fermentasi. Keberhasilan praktik hari pertama Gapoktan Subur Makmur di Desa Bangunrejo ini diharapkan akan menjadi model percontohan yang menginspirasi replikasi di desa-desa lain di Kecamatan Ketapang.

Hubungi Kami

logo

Bangunrejo

Jl. Raya Ketapang No. 10, Desa Bangunrejo, Ketapang, Lampung Selatan Ketapang

6285809257578

[email protected]

Lokasi Balai Desa

Portal Resmi Sistem Informasi Pemerintahan Desa Kelurahan Terpadu
Desa Bangunrejo, Kec. Ketapang, Kab. Lampung Selatan, Prov. Lampung

Info Deskel

| |

SIPDeskel © 2025

V24.12.1.1